Apa yang terjadi
Grup keuangan Jepang SBI Holdings berencana menginvestasikan US$270 juta untuk mengakuisisi sekitar 20% saham broker online Indonesia Ajaib Group, dengan transaksi diharapkan selesai pada akhir Agustus. Langkah ini bertujuan mempercepat adopsi stablecoin JPYSC berbasis yen milik SBI di seluruh Asia Tenggara dan membangun jaringan penyelesaian lintas batas berbasis blockchain. Ajaib saat ini menawarkan perdagangan sekuritas online, trading margin forex, layanan kripto, dan manajemen aset di Indonesia.
Mengapa penting bagi pasar
SBI mengatakan investasi ini akan membantu mereka masuk lebih dalam ke pasar Indonesia dan meningkatkan infrastruktur aset digital di kawasan. Saham yang direncanakan merupakan bagian dari dorongan lebih luas SBI dalam bisnis aset digital Asia Tenggara. Sebelumnya pada bulan Juli, SBI mengakuisisi bursa kripto Singapura Coinhako sekitar US$100 juta. SBI juga berinvestasi di platform sekuritas digital DigiFT yang berbasis di Singapura, dan kedua perusahaan membentuk usaha patungan.
Hal yang perlu dipantau trader
Melalui langkah-langkah ini, SBI secara bertahap merangkai jaringan infrastruktur keuangan regional yang mencakup aset kripto, sekuritas digital, stablecoin, dan penyelesaian lintas batas. Kesepakatan terbaru ini menyoroti peran stablecoin yang semakin besar dalam pembayaran regional dan ekspansi berkelanjutan lembaga keuangan Jepang ke pasar aset digital Asia Tenggara.